Todays Links

Kamis, 08 November 2007

Satu lawan segerombol - Audiences' violence

"... jrot....jrot...jrot!!!." Woi stop! Stoooop! Teriak seorang lelaki pengusung metal dari atas panggung dengan mikrofon digenggamnya mengacau ritme trash yang sedang membuncah siang itu. Dia tak lagi menyerakkan lirik lagunya. Riff gitarkupun kehilangan kendali rusak tak bertempo begitupun member band yang lain. Seisi gedung melemparkan perhatiannya ke kerumunan lelaki berwajah marah dimana satu diantaranya bersimbah darah separuh wajahnya berubah bentuk, lebam tak nyaman dilihat. Seorang lelaki perempat abad usia, tertepis dari satu tendangan mendarat di pukulan yang lain terkapar dan terinjak-injak, bangkit dan dihajar lagi. Segerombol serigala berebut mangsa.

Setelah sadar apa yang sedang terjadi ku jeritkan lagi distorsi dibawah kendali penuhku mengajak 4 lainnya kembali menggelegarkan sisa track yang nyaris putus. Rupanya lelaki 'unlucky' itu masih harus menerima sisa tendangan dan kepalan tangan dari beberapa lelaki yang sangat ingin melukainya. Di tengah riot musik dan usahanya melarikan diri salah seorang memukulinya dengan emosi, tak jarang meleset dan melukai tangannya sendiri. Satu lagi sangat licik mencoba bagian belakang dan berkali-kali menapakkan tendangannya tepat dipunggung sasaran. Lelaki itu, sesekali berusaha membalas dengan sisa tenaga yang dipunyainya dan berhasil membarakan emosi sejumlah lawannya. Pengambilan tindakan yang salah kaprah. Terjebak di situasi yang sangat sulit, pertarungan yang jauh tak berimbang dimana petugas keamanan kewalahan mengakses titik berdarah yang tepat berada ditengah lautan penggila metal yang saling berhimpit. Aku lebih memilih ditempatku saat itu, stage.

Dengan tongkat kebesarannya, petugas security mengayunkannya berkali-kali ke gerombolan serigala itu. Semburat tak karuan menyelamatkan diri masing-masing. Menyisakan sosok yang tak utuh lagi kecuali traumatis sindroma terjejal di empedu.

Sekali lagi adrenalinisasi berujung kekerasan, adiktifikasi kegilaan dan kepuasan binatang.
(GOR Majapahit, 2002)

1 komentar:

Danu Andriyanto mengatakan...

Hajar simuka Cibay...

Piss man...