Todays Links

Minggu, 11 November 2007

The Vengeance Story

Siang itu dia duduk nongkrong di gerbang parkir dengan seragam abu-abunya. Disela jemarinya terjepit gudang garam eceran yang dia belinya di toko Pak Win (nama samaran) sebelah sekolah. Sliwar-sliwer kendaran dan siswa-siswa yang keluar masuk mengambil motor tak menyita perhatiannya sedikitpun. Beberapa dari mereka menggeber keras motornya kemudian melesat kencang keluar dari tempat parkiran, dia hanya melirik kemudian menghembus panjang isapan rokoknya. Satu persatu meninggalkan sekolah dan beranjak pulang. Teman-teman yang ditunggunya tak juga nampak keluar dari sekolah itu, tapi dia tak gelisah. Disela keramaian dua orang dari sekolah lain melintas dan berhenti tepat didepannya karena seseorang memanggil. Suara itu berasal dari satu orang lagi yang mendatangi mereka kemudian bercengkrama.

Panjang batang rokok itu dia hisap sambil memperhatikan ketiga siswa itu bercengkrama sampai akhirnya tinggal satu kali hisap mendadak matanya membulat, darahnya mengalir deras ke kepala dan dia gemetar tak karuan. Dia baru menyadari bahwa satu diantaranya ternyata adalah Gede (nama samaran), siswa SMA lain yang telah lama dia cari. Dalam hati dia berkata, "Ya Tuhan...kenapa harus sekarang di tempat ini Kau pertemukan kami???"

Dia hisap dalam sekali rokok itu seraya beranjak dan melemparnya sembarangan kemudian dalam jarak beberapa meter dia berlari kearah tiga siswa itu. Dengan tangan terkepal dia teriak, "Gede!!!" Kontan siswa itu menoleh dengan kaget dan belum sempat menyadari siapa yang memanggilnya hantaman keras mendarat di pelipisnya, "Cpakkk!!!". Gede terjungkal dari atas motor, 2 yang lain berusaha menyadari apa yang sedang terjadi dan mencoba melerai tapi siswa itu terlampau marah dan brutal. Diangkatnya badan Gede yang jauh lebih besar darinya dan kembali dia hujamkan pukulan2nya. Gede hanya bisa berucap "Sori...sori...sori..." sampai semua orang berlarian dan melerai perkelahian itu. Seorang sopir taksi yang kebetulan mangkal disitu dengan spontan merangkul siswa yang marah itu dan menghentikannya.

Dua siswa itu, sopir taksi itu dan semua siswa hanya bisa berdiri dan memandang siswa yang marah itu dengan bermacam pikiran seolah mereka bertanya tanya kesalahan apa yang telah dilakukan Gede terhadapnya.

Tidak ada komentar: